Mitos Tindihan Saat Tidur di Berbagai Negara


Ketika tidur, ada yang pernah mengalami tindihan yang cukup mengkhawatirkan, ada yang bilang itu hanya disebabkan karena kondisi tubuh yang kelelahan kalau dilihat dari sudut pandang kesehatan, ada juga yang beranggapan bahwa itu merupakan tindihan dari makhluk lain atau yang disebut jin. Namun, di berbagai negara lain pun mempunyai pendapat-pendapat yang berbeda-beda, seperti yang akan di bahas Rajados.com yang diambil dari berbagai sumber, diantaranya:

Turki
Tindihan disebut sebagai Karabasan. Ketika seseorang mengalami tindihan, akan muncul sosok hantu yang dikenal sebagai cin (jin dalam bahasa Turki) yang datang ke kamar korbannya. Cin akan memegang atau menekan ke bawah dengan sangat keras agar korbannya tidak dapat bergerak.

Lalu cin akan mulai mencekik korbannya, mengakibatkan korban sulit untuk bernapas. Karena masyarakat Turki sebagian besar adalah muslim, mereka menganjurkan agar membaca surat Al-Falaq dan An-nas.

Di wilayah Afrika
Lain Turki lain pula Afrika. Mereka menyebutnya sebagai Madzikirira. Tindihan dipercaya sebagai setan atau penyihir jahat melakukan itu untuk suatu tujuan tertentu dan biasanya dilakukan pada keluarga atau relasi terdekatnya sendiri. Mereka juga percaya bahwa arwah yang dikirim tersebut bisa merasuki tubuh yang sedang tertidur lelap.

Di negara bagian Barat
Fenomena tindihan ini dikenal sebagai bayangan dari seseorang. Biasanya mereka akan melihat tiga macam sosok, seseorang yang menggunakan topi berwarna hitam, lelaki tua dengan membawa tas jinjing, dan sesosok yang menggunakan kupluk panjang. Ada juga yang percaya bahwa mereka adalah alien yang mencoba menculik orang yang sedang tidur.

China
Dalam budaya China Timur, tindihan disebut sebagai gu y shn atau gu y chuáng yang diartikan sebagai hantu yang menindih tubuh. Mereka percaya jika pada suatu malam mereka merasakan tindihan, itu adalah perbuatan siluman tikus yang sedang berusaha mencuri napas mereka.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »